Berlari GWK ke GBK : Catatan Hari ke – 26

Berlari GWK ke GBK
untuk Kampanye Anti Narkoba

Catatan hari ke duapuluhenam
Rabu, 26 Desember 2018

Sahabats yang budiman,

Alun Alun Sumedang – Gedung Sate Bandung

Lima pelari Bandung pagi itu sudah hadir semua di Sumedang dari semalam, yaitu: Abah Buche, Taofik Bandrex, Ilham Syabuga Runners, Uda Lendra (ITB 80 Runners) dan Mbak Fafa dari Indramayu.

Dan yang jauh mengejutkan kami semua pagi ini adalah hadirnya Mas Lexi Rohi khusus dari Jakarta bersama istrinya. Dia bahkan sdh di hotel kami sejak jam 03:00 menunggu kami bangun. Bagi sahabats yang belum mengenal Mas Lexi, dia adalah Race Director dari berbagai lomba Ultramarathon di Indonesia. Diantaranya Sumbawa 320K, ITB Ultramarathon 170K. Kami para ultramarathoner di Indonesia hampir semua adalah sentuhan tangan dingin dia.

Dia hadir pagi ini di Sumedang sepertinya berusaha memastikan “keutuhan” kami berempat setelah menempuh 25 hari perlarian. He he he

Dan kami semua meminta dia mengibarkan bendera Start di Alun Alun Sumedang. Saat itu sedang turun hujan pagi yang cukup deras, sehingga kami semua harus menggunakan jas hujan. Teringat kami saat start di Semarang yang juga harus menikmati hujan.

Satu jam berlari hujan akhirnya reda. Sesudahnya kami menikmati dengan cukup detail keindahan kawasan di Cadas Pangeran. Kabut menggantung di kanan kiri bukitnya. Teringat saya pengalaman berlari Minang Geopark dari Kelok Sembilan ke Lembah Arau bulan Oktober lalu. Di sebelah kiri sawah berundak2 seperti kebanyakan sawah di Ubud. Benar-benar pemandangan bintang lima. Kalau tidak harus berlari ke Bandung, ingin rasanya saya berhenti lama disini.

Selesai dari Cadas Pangeran ke Jatinangor, kawasan dengan berbagai kampus PT besar disana. Saya mencatat ada ITB, Unpad, APDN, dan Ikopin. Bahkan sebelumnya ada UPI dan UNWIM, niversitas swasta. Terbayang saya bisa jadi populasi mahasiwa/i per km persegi tertinggi di Indonesia. He he he

Berlari terus sampai di Cileunyi dan hujan kembali turun lebat. Saatnya pakai jas hujan lagi. Setengah jam berikutnya terang lagi. Benar-benar sdh saatnya musim hujan yang penuh.

Tiba di depan halaman Gedung Sate sdh menyambut kami Bapak Kepala BNN Jawa Barat lengkap dengan jajarannya, puluhan anggauta organisasi FKPPI Jawa Barat dan Angkatan Muda Siliwangi, kawan saya dari Wanadri, dan belasan sahabats ITB 80. Susah untuk saya menahan haru atas semua sambutan ini.

Dalam sambutannya Kepala BNN Prov Jabar menginformasikan kepada yang hadir berbagai program yang dilakukan untuk mencegah dan memberantas narkoba di Jabar. Diantaranya kerja sama dengan berbagai Perguruan Tinggi di Jabar, program Desa Bersinar – desa bersih narkoba dan kerjasama dengan sekolah menengah atas.

Terbayang kerja besar pemberantasan narkoba bagi provinsi besar seperti Jabar, Jateng dan Jatim yang sdh kami lewati sebelumnya. Kami berdoa untuk keberhasilan semua jajaran BNN di Indonesia.

Dan foto bersama adalah sesi wajib untuk akhir acara sore hari ini.

Terselenggaranya acara sore tadi, saya berhutang budi kepada sahabat saya Setiyo Utomo dari Mesin ITB 80. Hanya dalam hitungan 24 jam bisa mengkoordinasikan dan mengundang semuanya.

Terima kasih kepada semua pihak atas kelancaran semua perlarian hari ini.

Salam hormat.

Gatot Sudariyono

Amaris Bandung
Rabu, 26 Desember 2018.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *