Berlari GWK ke GBK : catatan hari ke -24

Berlari GWK ke GBK
untuk Kampanye Anti Narkoba

Catatan hari ke duapuluhempat.
Senin , 24 Desember 2018

Sahabats yang budiman,

Mengawali catatan kami hari ini, ijinkan:
Kami menyampaikan turut berduka cita atas korban bencana alam tsunami di pesisir Banten dan Lampung. Semoga korban meninggal mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT. Serta keluarga korban mendapat kekuatan dan ketabahan. Aamiin.

Lapangan Kejaksan Cirebon – Kadipaten, Majalengka

Sudah hampir 24 hari kami berlari dan setiap hari menginap di penginapan yang berbeda. Tidak pernah sekalipun kami menikmati sarapan pagi di penginapan. Selalu kami minta dibungkus dan sarapan setelah dua jam berlari. Hal ini terjadi karena start kami selalu jam 05:00 dan meninggalkan penginapan jam 04:30 sedang layanan makan pagi belum tersedia. He he he

Hari ini, sengaja kami ingin start jam 07:00. Dengan demikian kami sempat menikmati sarapan di Hotel. Hal ini kami lakukan karena kebetulan hari ini saya ulang tahun. Itu saja alasannya. .
He he he

Start kami lakukan di alun alun Kejaksan Cirebon. Mesjid At Takwa berdiri megah disisinya. Di kejahuan tampak indah Gunung Cermai. Hujan lebat semalam menyisakan udara sejuk dan jalanan yang masih basah.

Segera kami berlari kearah Jatiwangi di Kabupaten Majalengka, kami melewati Pasar Trusmi dan Pintu Toll Palimanan. Tetapi setelahnya beberapa kali kami berlari menyeberangi jalan toll. Sedikit bingung juga membayangkan route berlari kami dengan posisi jalan toll. He he he

Jalanan mulai menjadi hanya dua jalur dan menanjak halus. Sementara aroma laut sudah tidak terasa dan pepohonan dikanan kiri jalan menjadi lebih rindang. Sedang lalu lintas bukan main ramainya. Sehingga sulit kami berlari dibagian aspalnya.

Untuk makan siang hari ini, kami memutuskan ke sebuah rumah makan Padang. Sudah sejak berlari kami tidak masuk RM Padang. Mak Del yang asli Minang kami tugasi untuk berbicara dalam bahasa Minang kepada pemiliknya. Dan rupanya terjadi komunikasi yang fasih. Cukup ini kami anggap sudah akan menggaransi rasa masakannya. Ha ha ha

Jam 14:00 kami sudah tiba di Jatiwangi. Daerah ini terkenal karena produksi gentengnya. Penjual genteng berderet di kanan kirinya. Karena masih ada waktu, kami memutuskan menambah berlari sampai Kadipaten. Dengan demikian besoknya akan mengurangi jarak berlari ke Sumedang menjadi lebih dekat.

Lagi2 setelah finish, hujan sore turun dengan lebatnya. Sangat terasa sudah datang musim hujan.

Terima kasih kepada semua pihak atas kelancaran semua acara yang berkesan hari ini.

Salam hormat.

Gatot Sudariyono

Penginapan Majalengka.
Senin, 24 Desember 2018.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *