Berlari GWK ke GBK : CATATAN HARI KE-22

Berlari GWK ke GBK

untuk Kampanye Anti Narkoba

 

Catatan hari ke duapuluhdua.

Sabtu , 22 Desember 2018

 

Sahabats yang budiman,

 

*Alun Alun Kota Pekalongan – Alun Alun Kota Tegal*

Hari masih sedikit gelap. Kami bersiap-siap di Alun Alun Pekalongan untuk start menuju Kota Tegal. Bapak Kepala Dinas Pariwisata Kota Pekalongan, Pimpinan BNN Kab Batang dan Sekjen FKPPI, serta 15 rekan Pekalongan Runners hadir semua.

Berfoto2 sekali lagi, dan tepat jam 05:00 bendera start dikibarkan.

Setelah 10 km berlari kami diundang mampir sarapan kecil di IBC (International Batik Center). Kawasan dengan puluhan toko batik dipinggir Kota Pekalongan menuju Tegal. Tetapi jam 06:30 belum ada yang buka. Selesai sarapan, semua teman Pekalongan Runners berpisah di sini. Terima kasih mbak Tere yang telah mengorganisasi semua acara di Kota Pekalongan.

Dalam salah satu billboard Pemda, saat berlari saya baca, disebutkan Kota Pekalongan Kota Kreatif. Saya sangat setuju. Telah lahir dari Pekalongan banyak pengusaha besar masa lalu maupun masa kini. Siapa tidak kenal Go Jek? Sang founder diaebutkan berasal dari sini.

Selanjutnya berempat kami melanjutkan berlari ke arah Pemalang dan lanjut ke Tegal.

Sampai jam 10:30 udara pantura Jawa Tengah mendung dan tidak hujan. Tetapi sesudah itu panas terik sampai jam 13:30 dan mendung lagi sampai sorenya. Jadi tidak terlalu mengkawatirkan panasnya. He he he

Berlari menyusuri Pantura menuntut konsentrasi dan jenis mental tersendiri. Di samping mungkin menuntut juga “malaikat pelindung” yang bekerja keras untuk membuat supir yang ngebut tidak terlalu mengemudi ke bagian kiri jalan. Tempat kami berlari.

Kami berlari di jalanan datar dan lurus dengan lalu lintas sebenarnya tidak terlalu padat dibandingkan saat kami menyusuri Pantura dari Situbondo ke Surabaya. Mungkin karena sudah ada jalan Toll antara Pekalongan – Pemalang – Tegal.

Satu2 nya hiburan saya di Pantura kali ini adalah menghitung pal km yang dipasang setiap 100 meter. Mirip yang dipasang di semua jalan toll.

Mendekati kota Tegal tercium aroma angin laut. Rupanya laut benar2 di kanan kami. Setelah berlari 57km, jam 16:30 akhirnya kami tiba di bekas Restaurant Pringsewu.

Sudah menyambut disana Bapak Kepala BNN Tegal, dan Muspika serta 50 adik2 Pramuka. Waoooo . . .

Selalu hal yang mengharukan bagi kami kalau sdh melibatkan adik2 usia SMA. Kepada mereka utamanya kami dedikasikan berlari GWK – GBK ini. Kepada mereka ingin kami pesankan untuk seumur hidup menjauhi narkoba. Selain juga menjaga keluarga dan teman2nya untuk tidak menyalah gunakan narkoba.

Dengan “penyambutan” sore ini sekaligus mengakhiri hari ke 22. Hari yang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. Terima kasih untuk para Ibu seluruh Indonesia. Kita percaya Cinta sepenuhnya mereka menjaga keluarganya, termasuk dari jerat narkoba.

Terima kasih kepada semua pihak atas kelancaran semua acara yang berkesan hari ini.

 

Salam hormat.

*Gatot Sudariyono*

 

Penginapan Ries, Tegal

Sabtu, 22 Desember 2018.

 

Mungkin Anda Menyukai

2 tanggapan untuk “Berlari GWK ke GBK : CATATAN HARI KE-22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *