Berlari GWK ke GBK : Catatan hari ke-18

Berlari GWK ke GBK untuk
Kampanye Anti Narkoba

Catatan hari ke delapan belas
Selasa, 18 Desember 2018

Sahabats yang budiman,

Monumen Serangan Umum Titik 0 Jogyakarta – Magelang – Kantor Polsek Secang

Saat merencanakan berlari untuk Jogyakarta – Semarang saya agak sedikit sulit. Kalau ditentukan Jogya – Magelang maka jaraknya “terlalu” pendek, nantinya etape Magelang – Semarang jaraknya jadi jauh. Tetapi untuk dibuat tiga hari jadi terlalu lama. Karenanya muncul Secang sebagai tempat finish hari ini. Dan sebagai penanda yang mudah di Google Maps, saya berasumsi adalah Kantor Polsek Secang.

Start di Jogya kami lakukan dari Monumen Serangan Umum 1 Maret di Malioboro. Dikenal juga sebagai Titik Nol. Pagi itu jam 05:00, yang mengibarkan bendera start adalah Kepala BNN Prov DIY dan Ibu Yayuk dari Kemensos RI. Sekitar 10 pelari Jogya mendampingi sampai perbatasan DIY dan Kabupaten Magelang. Salah satunya adalah Mas Maryanto Satria Nusantra dan Mas Maryadhi adiknya. Kedua pelari ini sudah beberapa kali berlari bersama-sama kami di berbagai event lari jauh. Jadi kami seperti reuni saja pagi ini.

Belum lagi hadir di tempat start hadir dua kawan lama kuliah satu angkatan di ITB dahulu Mas Bambang dan Mas Erlangga. Sdh 30 tahunan kami tidak bertemu. Dan pagi itu kami hanya berbincang sebentar saja. Banyak yang ingin kami bincangkan dalam waktu pendek tadi tetapi bahasa batin lebih menyelesaikan komunikasi kami pagi tadi. He he he

Berlari pagi hari di kota Jogya menuju perbatasan rupanya lalu lintas sudah ramai. Mobil dan motor tidak ada yang kecepatan rendah. Jogya terasa seperti di Jakarta. Warganya sudah bergegas sejak pagi hari.

Saat berlari, dari jauh pemandangan Gunung Merapi tanpa kabut. Pemandangan bintang lima, kata teman saya. Mirip kemarin pagi dari Solo menuju Jogya, kami melihat utuh kedepan Gunung Merapi dan Merbabu, dan kalau menengok kebelakang terlihat cantik Gunung Lawu.

Berhenti di perbatasan DIY – Kabupaten Magelang, kami semua menyempatkan sarapan. Sedikit “upacara” serah terima atlit dari BNN DIY ke BNN Kab Magelang. Dan tentu saja perpisahan dengan Mas Maryanto cs yang akan kembali le Jogya.

Menuju kota Magelang jalanan turun naik. Matahari merayap tinggi dan panas. Mas Amin dan Mas Cokro sudah melesat penuh sampai Alun Alun Magelang. Saya dan Mak Del berlari dan berjalan lambat.

Melintas jalanan dari Sleman sampai Muntilan, saya mengingat 3 event lari yang pernah alami di jalan, yaitu: Sleman Merapi 100K (2016), Borobudur 120K (2016), RTC 150K (2018) dan yang sedang kami laksanakan hari ini GWK – GBK. He he he

Kami berempat bertemu lagi di Alun-Alun Kota Magelang, hadir juga beberapa pelari Magelang Runners makan siang bersama. Sesudahnya segera kami menempuh jarak 10km lagi menuju Secang.

Kota Magelang sempat diguyur hujan lebat saat kami menuju Secang. Beruntung kami tidak sempat kehujanan.

Di Kantor Polsek Secang sudah menunggu Ibu Kepala BNN Kab Magelang dan Ibu Kepala BNN Kab Temanggung dan juga Kapolsek Secang dan jajarannya. Kedua Ibu Kepala BNN rupanya baru selesai pertemuan dua hari anev di Semarang. Senang sekali kami berbincang-bincang dalam suasana yang sangat akrab dan terbuka dan tentu saja tidak kami duga sebelumnya. . Semua terjadi hanya karena Google Maps. He he he

Dan pertemuan tadi mengakhiri per-lari-an kami hari ke-delapan belas kami dengan selamat.

Terima kasih kepada semua pihak atas kelancaran semua acara hari ini.

Salam hormat.

Gatot Sudariyono

Grand Arthos, Magelang
Selasa, 18 Desember 2018.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *