Berlari GWK ke GBK : catatan hari ke-7

Berlari GWK ke GBK untuk
Kampanye Anti Narkoba

Catatan hari ke tujuh
Jumat, 7 Desember 2018.

Sahabats yang budiman.

* Alun-Alun Probolinggo – Alun Alun Bangil*

Tidak terasa hitungan hari sudah sampai angka 7. Saat memulai di hari Sabtu, 7 hari yang lalu, saya menunggu benar tibanya hari ke tujuh ini. Berarti satu siklus dalam bentuk satu minggu sudah bisa kami kenali. Antara bersyukur dan waswas bahwa perjalananan masih jauh.

Sejujurnya terdapat perbedaan bumi dan langit, antara saat saya menyiapkan proposal kegiatan, meyakinkan tiga teman saya untuk ikut berlari, serta menawarkan untuk kampanye kepada BNN Pusat maupun Kemensos RI. Kenyataan di lapangan boooonyaaakk sekali yang berbeda dan membutuhkan senantiasa penyesuaian. Salah satunya, suhu yang terus menerus panas membuat kecepatan berlari berkurang, dan lainnya. Tetapi kegembiraan juga tidak kurang2 kami jumpai sepanjang tujuh hari ini.

Sahabats yang budiman,

Saya tidak akan banyak bercerita tentang perlarian hari ini. Situasinya masih sama sejak dari Kota Situbondo. Jalanan datar dan udara panas sekali. Kendaraan berat, bus dan mobil boanyaak sekali dan ngebut semua. Sehingga untuk menyeberang jalan mau membeli es buah saja, saya harus menunggu 5 menit agar lalu lintas bisa diseberangi. Kalau saya mencoba berlari si garis putih di aspal, seringnya terasa desir angin bis besar san kencang lewat. Waoo sekali rasanya. . . Saya merasa malaikat pelindung kami bertiga kerja keras sekali hari ini.

Sahabats yang budiman,

Hari ini hari Jumat, dan kami harus berlari sedemikian rupa untuk bisa tiba di satu mesjid sebelum sembahyang Jumat, dan langsung bisa mencari rumah makan dekat sana untuk makan siang.

Niat diatas , entah bagaimana ceritanya, terpenuhi dengan baik sekali saat kami bertemu Masjid Baiturachman di Kompleks Pabrik PT Cheil Jedang Indonesia. Kami tiba disana setelah berlari 30 km dari Probolinggo. Dan kami makan siang di warung makan diseberang jalannya bersama-sama karyawan.

Bertemu dengan Komunitas Runner Pasuruan

Menjelang finish, kami ditemani mas Pandu dari Pasuruan Runner dan teman2 nya berlari memasuki Alun Alun Bangil. Senang sekali “disambut oleh sesama pelari”. Mereka yang besok akan menemani kami menempuh lintasan Bangil – Tugu Pahlawan Surabaya. Terbayang sudah penderitaan dan kegembiraan saya akan “ditarik” mereka yang muda2 sebagai pacer ke Surabaya nanti.

Selain mereka sudah menunggu kembali seluruh staf BNN Kota Pasuruan. Dan lebih istimewa lagi, Bapak Erlang (Kepala BNN Pasuruan) sendiri yang mengawal kami berlari sejak Alun Alun Probolinggo hingga Alun Alun Bangil.

Menerima kebaikan dari begitu banyak sahabats yang baru bertemu di sore ini, saya merasa mendapat energi baru sekaigus melengkapi dengan manis siklus satu minggu dari GWK – GBK ini.

Terima kasih sahabats BNN
Terima kasih sahabats pembaca.

Salam hormat.

Gatot Sudariyono

Penginapan Bangil
Jumat, 7 Desember 2018.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *