Berlari GWK ke GBK: Catatan Hari Ke-3

Catatan Hari Ke tiga
Senin, 3 Desember 2018.

sopo kang wis nate
tindak menyang bali
pulo dewata endah
ngelami-ngelami

putra-putri pada sesaji ing puri
kekembangan matur
ka dewa kang suci

( Bali – Koes Plus, Pop Jawa Vol 1, 1974).

Sahabats yang budiman.

Kami meninggalkan Bali sore ini setelah selesai hari ke tiga berlari antara Pasar Yehembang hingga Gilimanuk.

Kami tadi pagi mulai berlari jam 05:30 dari Pasar Yehembang. Jalanan masih sepi membuat berlari serasa nyaman. Dari rumah di kanan kiri jalan besar keluar satu persatu pelajar SMP yang akan berangkat sekolah dengan menunggu angkutan umum. Saya membayangkan mereka-lah yang kelak akan menjadi penerus masa depan Bali dan Indonesia.

Sementara petugas kepolisian sdh bertugas mengamankan semua simpang jalan yang ada.

Desa Budheng – Desa Bebas Narkoba

Jam 08:00 kami tiba di Negara dan sudah ditunggu rombongan Bapak Ketut dari BNN Provinsi untuk bersama-sama menuju Desa Budheng. Lokasi berjarak 2 km dari jalan raya Denpasar – Gilimanuk.

Desa Budheng desa luar biasa, dimana seluruh komponen desa sudah berikrar untuk menjadikan desanya bebas narkoba. Kami mengobrol dengan Kepala Desa Bapak I Putu Libra Setikawan dan jajarannya yang menerima kami. Kepala Desa adalah pemimpin yang dipilih langsung rakyat desa untuk 6 tahun. Saat ini adalah periode pertamanya.

Segera saya mendapat keterangan bagaimana Desa Budheng mengikrarkan sebagai desa bebas narkoba. Dengan penduduk berjumlah 1900 orang, Bapak kades kenal satu persatu warganya. Dan juga memiliki kesempatan berinteraksi dengan untuk menyampaikan bahayanya narkoba. Pengguna akan menjadi beban bagi keluarga dan desa, begitu salah satu pesannya. Berbagai sarana digunakan untuk menyampaikan pesan, seperti melalui dhalang pertunjukan wayang kulit yang digelar oleh desa. Sebagai desa administratif, Bapak Kades memilih pendekatan persuasif dan kebapakan untuk menjaga warganya dari bahaya narkoba. Sementara beberapa desa adat dapat menggunakan perarem sebagai aturan desa dengan sangsi sosial untuk mencegah narkoba.

Dan yang lebih menarik, lagi2 Bapak Kades hafal penduduk nya memiliki smartphone dan juga sosial media mereka, spt facebook. Dan lagi2 sarana ini digunakan dengan baik untuk menyampaikan berbagai pesan kepada warganya. Salah satu pesannya secara reguler adalah kewaspadaan akan narkoba.

Bapak Kades sudah kerap sekali diundang sebagai nara sumber untuk urusan pencegahan narkoba. Dan BNN Pusat juga pernah mengundangnya Jakarta.

Bali dan Turisme Global

Bali – mengutip lagu Koes Plus diatas – sebagai provinsi dengan ekonomi andalannya adalah turisme internasional, dapat dibayangkan bagaimana berbagai ancaman produk sampingannya. Terbayang peran BNN Provinsi Bali dan terbayang inisiatif dalam sekala Desa Budheng.

Semoga semua upaya diatas dapat menjaga Pulau Bali dimasa kini dan masa depan. Bali yang terus berjaya di industri pariwisata tetapi aman dan ancaman perusakan akibat narkoba bagi warganya.

Selesai satu jam bincang2, saya dan dua teman pari berfoto bersama dengan semua jajaran staf kantor desa. Yang lebih membanggakan, kami dilepas Bapak Kades dan Bapak Ketut dengan kibaran bendera start didepan kantor desa. Walaupun start kami, untuk hari ini sdh bermula 17km sebelumnya. He he he

Terima kasih pencerahannya kepada BNN Provinsi Bali dan Bapak Kades Budheng, Kabupaten Jembarna.

Negara – Gilimanuk

Sisa – jarak menuju Gilimanuk, ternyata tidak juga mudah. Panas terik menunggu kami berlari. Setelah tangan dan muka dapat diselamatkan dengan sun cream, ternyata betis saya terlupa. Dan terasa perih terbakar matahari dari arah belakang.

Lintasan ternyata masih turun naik walaupun jalanan dekat dengan pantai. Sedikit agak menyenangkan di lintasan Taman Nasional Bali Barat. Jalanan yang rindang dan matahari sudah sore, membuat nyaman untuk berlari agak cepat.

Kami mengakhiri berlari jam 16:00 disimpang tiga Gilimanuk dan Singaraja. Dan dengan ferry kami menuju Ketapang.

Selesai sudah berlari hari ketiga dengan selamat.

Terima kasih.
Salam hormat.

Gatot Sudariyono

Diatas Ferry Penyeberangan Selat Bali
Senin, 3 Desember 2018.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *