GATOT SUDARIYONO, FINISHER KOMANDO RUN

JAKARTA- Gatot Sudariyono bukan muda lagi sudah lewat setengah abad. Pukul 10 malam Minggu (9/4) Komando Run dilepas dari Lapangan Banteng. Ia termasuk salah satu pelarinya. Komando Run yang diikutinya yang 64km. Cut off time pukul 11siang, 13jam waktu yang tersedia.

Gatot saat masih SMA mulai gemar mendaki dan bergabung dalam Sabhawana, perkumpulan pecinta alam SMA 3 Jakarta. Ketika itu dekade 80, abad lalu. Ketika kuliah di ITB Bandung ia pun menyempatkan masuk Wanadri, perhimpunan pendaki gunung dan penempuh rimba. Saat aktif ia sempat menjadi pendaki pilihan yang bertualang ke Eropa.

Setelah lulus, Gatot pun meniti karir di dunia kerja. Sempat masuk korporasi besar dan kemudian memulai usahanya sendiri Ia baru kembali ke kegiatan olahraga ketika usianya 40 tahun. Ia mencanangkan ingin lari keliling Stadion Gelora Bung Karno sebanyak usianya. Bukannya lari ketika pertama kali itu, diselingi jalan cepat. Usaha nya tidak kenal menyerah, seperti moto pendidikan dasar Wanadri, “tabah sampai akhir.”

Komando Run
Gatot Sudariyono ketika finis dan mendapatkan medali finisher. (dok. Gatot Sudariyono)

Pelan-pelan dalam satu dekade Gatot bisa jadi pelari marathon. Dan setiap eksploitasi tubuhnya ia suka kabarkan kepada teman-teman di Sabhawana. Sebelum ikut Komando Run, Gatot mengayuh sepeda dari Bali sampai Jakarta. Semua teman angkatannya di SMA menyambut lewat media.

Kali ini pun ketika Gatot berhasil tiba di markas Kopassus pada pukul enam pagi, tanggapan teman-teman berharap ia tetap laju. Kawan-kawan yang sudah setengah abad tentu saja tidak bisa membayangkan rasanya lari semalaman. Akhirnya pukul 10.22, Gatot tiba di finish di Lapangan Banteng. Ia sempat bertemu dengan Danjen Kopassus, Mayjen TNI Muhammad Hendrinda  beserta istri dan mereka foto bersama.

“Selamat ulang tahun ke -64 Kopassus,”ujar Gatot. Ia pun merencanakan untuk ikut tahun depan ketika Kopassus menyelenggarakan Komando Run 65km. Sementara itu pertengahan April ini, Gatot juga akan mengikuti Tambora Run. Kali ini pilihannya yang 100km. (ads)

Foto Utama: Gatot Sudariyono (tengah) diapit Danjen Kopassus Mayjen TNI Muhammad Hendrinda  dan istrinya. (dok. Gatot Sudariyono)

Sumber : outdorcafeindonesia.com

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *